Teman2 dan pembaca yang terhormat, dalam post ini gw akan men-share sebuah pengalaman yang masih segar, yaitu pengalaman semalam. Sekiranya kalau terjadi apa2, setidaknya tulisan gw ini bisa mengabadikan apa yang terjadi semalam, dan dunia bisa mengetahui apa yang gw rasakan dan gw pikirkan. Hehehe.
Oke sebelum gw tulis kejadian secara gamblang apa yang terjadi semalem, tentunya kita mulai dari basa-basi dulu lah. Masa orang Indonesia gada basa-basinya ya? Ga asik lah. Jadi begini teman-teman, di dunia yang penuh dengan kegiatan ber Twitter dan ber Facebook, sadar ga sadar pasti sadar, kita pasti menyadari bahwa betapa narsisnya sanak saudara atau teman-teman kita belakangan ini. Jujur aja, dari hasil studi ilmiah yang gw lakukan dengan mata, peringkat kenarsisan masyarakat Indonesia berada di urutan ke-2 setelah Korea. Percayalah, gw punya teman2 Korea yang narsisnya melebehi segala suku bangsa yang ada, walau khusus untuk teman-teman gw ini, karena mereka cantik dan lucu jadi lupakanlah
Nah perbedaannya dengan orang Indonesia terletak pada sharing hasil kenarsisannya tersebut. Pada kasus orang Korea, walau foto yang mereka tangkap bercampur antara lingkungan sekitar dan foto diri, akan tetapi foto yang mereka upload kebanyakan hanya foto lingkungan sedang foto pribadi hanya mereka simpan pribadi. In the other hand, orang Indonesia mengupload, terutama foto diri mereka, kebanyakan dengan pose tersenyum berlebihan atau pose-pose imut lainnya. Banyaknya jumlah foto yang diupload juga menurut gw seakan tidak proporsional dengan lamanya aktifitas mereka. Gw sering mikir, apa sebenernya selama acara tersebut, mereka lebih banyak berfoto atau inti dari acara itu sendiri. Dan perlu disadari, ini bukan hanya terjadi di cewe, tapi juga beberapa teman cowo gw yang kalau sehari-harinya bertingkah jantan dan bossy, tapi pada kenyataannya cukup narsis juga. It’s so funny
Sekian dengan dasar teorinya, gw bakal berlanjut dengan pengalaman yang gw gadang-gadang dari tadi. Ceritanya semalam di Dorm gw, diadakanlah acara gabungan, yaitu ultah 1 teman Korea gw, Thomas dan acara dinner bersama orang Indonesia-India. Subjek dari cerita ini adalah salah satu sahabat gw, Desita dan untungnya dia sudah bersedia menjadi aktris di cerita gw, thanks Des. Nah kelakuan Desita sudah sejak dulu gw ketahui bahwa dia tergolong sebagai cewe yang narsis. Memang wajah yang cantik dan jasmani yang proporsional dan prima juga mendukung hobinya ini #Loh jadi promosi?? Gw sering ngobrol dengan Desita dan menurut pengakuan dia, di depan orang-orang baru dia termasuk orang yang susah beradaptasi dan canggung. Cumaa yang sering gw amatin, di berbagai kesempatan dia suka sekali berfoto sama teman2 internasional yang dia bisa dibilang belum terlalu akrab atau bahkan sebelumnya tidak kenal sama sekali. Makanya semalam gw kaget tiba-tiba dia bilang begini:
Desita: Gw mau jadi Seksi Dokumentasi! Gw mau, sini kasihin Kamera ke gw!
Gw: (dalam hati) Firasat gw ga enak nih. Seriusan?!……..
…………………………….. Dan teman2, hasilnya jadi begini
Begitulah kenyataannya, well you have to admit it, she ain’t that good Documentation section, am I right?! Oke to say it bluntly, not only Desita but almost all the Indonesian girls that stay here with me are all like that, kata gw cma Sania sama Indah yang penyakitnya belum seakut itu. Hehehe. Oke bukannya gw protes atau gimana, namanya juga “Siapa gw siapa elo?” ya? Bukan urusan gw juga sih. Cuma gw orangnya kalo ada yang lucu-lucu di mata gw, bawaannya kalo ga di share berasa sayang aja.
Di mata gw jujur aja ini fenomena sangatlah aneh. Di mata gw apa sih artinya foto? Daripada misal gw berhasil foto dengan cewe yang super hot 100% dan gw pamerin ke temen2 gw, gw lebih bangga kalau misal gw bilang ke temen gw, “Eh semalem gw ketemu cewe cakep banget loh. Dan ternyata dia bukan cuma cantik, tapi dia punya pemikiran yang luas / ternyata masa lalunya kelam loh.” Memang foto itu penting, cuma gw ko merasa kalau apa yang gw alamin dan gw dapet dari sebuah pengalaman lebih penting dari sekedar materialisasi kejadian itu sendiri ya? Jadi sering juga misal di party, gw lebih memilih cuek bebek dan kalau bukan orang lain yang ngajak foto bareng gw, gw ga akan meminta foto bareng. Never! Alhasil karena, I’m not that good looking of a person, koleksi foto gw juga sedikit deh :p No problem, I don’t care. *nangis dalam hati
Btw, mengenai kenarsisannya, Narasumbernya sendiri sudah rela memberi argumen dari tingkah lakunya. Silakan dibaca! See you in next post











